Home » Properti » Walau BBM Naik, Pasar properti tetap potensial

Walau BBM Naik, Pasar properti tetap potensial

Walaupun harga bahan bakar minyak (BBM) naik dan terjadi resesi ekonomi global, maeket properti di Indonesia tetap potensial alias masih menjanjikan. Hal ini mungkin akan terus bertahan selama para pengamat dan pakar ekonomi tidak membuat pernyataan yang bisa menguncang pasar.

Properti tidak terganggu. Tapi kalau ada pemberitaan dari para pengamat ekonomi yang pesimis dan menyebutkan angka inflasi sampai 9 persen, akan bahaya. Karena ekonomi kita sangat di pengaruhi psikologis,” ujar pengamat properti Panangian Simanungkalit, 15/5/2008.

Bahkan, Panangian yakin meski tahun depan ada hajatan pemilu, perekonomian tidak akan terganggu. “Pengalaman tahun 2004, ternyata tidak terjadi apa-apa. Yang penting spirit, karena uang yang beredar masih banyak,” katanya.

Dia memprediksi bunga KPR tahun ini sebesar 9 persen dan BI Rate 8 persen. “Sekali lagi, sektor properti tidak akan terganggu , dengan catatan tidak ada pemberitaan tentang perkiraan angka inflasi sampai 9%” ujar Panangian lagi.

Total uang beredar disektor properti tahun ini untuk pembengunana mal, kondominium, dan apartemen mencapai Rp 260 triliun. “Apartemen masih menjadi produk gaya hidup. Apalagi apartemen yang dibangun diatas mal, lebih prestise,” lanjutnya.

Sementara itu, Agung Podomoro Group yang mengembangkan Kuningan City di jalan Dr Satrio, Kuningan, Jakarta Selatan, tetap optimistis. Kata Handaka Santosa, Direktur utama Kuningan City, pihaknya tetap berkomitmen mewujudkan Kuningan City yang menelan dana 2,2 triliun.

Kami akan membangun satu tower perkantoran, dua tower apartemen, dan satu buat mal yang komplit,” Ujar Handaka.

Tahap pertama adalah pembangunan mal yang diproyeksikan selesai akhir 2009, dan untuk perkantoran serta apartemen (960 unit) dijadwalkan selesai tahun 2010. “Kami menawarkan satu konsep yang berbeda. Seperti mal, kami tawarkan dengan konsep gaya hidup yang lengkap, yakni selain fashion juga ada berbagai restoran, bioskop dan ruang pertemuan” kata handaka.

Untuk harga memang belum ditentukan, namun jika harga BBM naik tentunya ada penyesuaian harga jual,” ujar handaka.

Persyaratan

Dalam sebuah diskusi di hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Chief Executive Officer The St Moritz Penthouses and Residences yang berlokasi di Central Business District (CBD) Jakarta Barat, Michael Riady, mengatakan, bahwa konsep pembangunan kawasan di Jakarta sudah berubah. Jika dulu yang ngetren konsep SUPERBLOK, sekarang ini sudah memasuki konsep global city.

Syarat yang harus dipenuhi pengembang dalam menerapkan konsep global city sangat ketat, yaitu ada 11 persyaratan yang kualitasnya sesuai dengan standar dunia. Syarat tersebut sudah ditetapkan di negara maju, antara lain harus berada dipersimpangan, dekat dengan jalan tol dan infrastrukturnya sudah lengkap,” kata Michael.

Kalau SUPERBLOK, persyaratannya relatif mudah. “Selama ada lahan yang cukup untuk membangun fasilitas, disitulah bisa dibangun superblok,” kata Michael. [Lis/Ver/Yok]

Sumber Referensi : koran Warta Kota

No Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *